Rabu, 28 Okt 2026 - :
16 Okt 2026 - 12:51 | 29 Views | 0 Suka

Survei CELIOS: 75 Persen Responden Stres akibat Kebijakan Pemerintah Prabowo

2 mnt baca

JAKARTA – Hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengungkapkan bahwa 75 persen responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Temuan tersebut muncul dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang menjelang peringatan dua tahun pada 20 Oktober 2026.

Jurnalis sekaligus pembuat film dokumenter, Dandhy Laksono, turut menanggapi hasil survei itu melalui media sosial. Ia menyindir gambaran kepemimpinan yang seharusnya menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.

“Pemimpin sumber inspirasi ❌. Pemimpin sumber stres ✅,” tulis Dandhy dalam unggahannya, sebagaimana dikutip Fajar.co.id, Selasa (13/10/2026).

67 Persen Responden Stres dengan Perilaku Prabowo

Selain mengukur dampak kebijakan pemerintah, survei CELIOS juga menyoroti persepsi responden terhadap perilaku Presiden Prabowo Subianto.

Hasilnya, 67 persen responden mengaku mengalami stres akibat perilaku Presiden. Sementara itu, 23 persen responden menyatakan tidak mengalami stres karena faktor tersebut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa responden tidak hanya menyoroti kebijakan pemerintah, tetapi juga menilai perilaku pemimpin nasional sebagai bagian dari pengalaman mereka.

Pajak dan Pungutan Dinilai Memberatkan

Survei CELIOS juga mencatat bahwa 82 persen responden menilai pajak dan pungutan pemerintah terlalu berat. Selain itu, 60 persen responden menilai sentralisasi kebijakan pemerintah merugikan perekonomian daerah.

Pada aspek pengelolaan negara, sebanyak 66 persen responden menilai utang pemerintah saat ini tidak memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Sementara itu, 63 persen responden menilai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Berbagai temuan tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian responden dalam menilai arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Survei Libatkan 1.142 Responden

CELIOS mengumpulkan data survei masyarakat umum pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Penyelenggara melibatkan 1.142 responden dari berbagai provinsi di Indonesia.

Peneliti menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads, kemudian menerapkan pembobotan data untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi yang menjadi acuan.

CELIOS juga melakukan survei terpisah terhadap 129 responden ahli melalui metode snowball sampling.

Karena survei masyarakat umum menggunakan metode nonprobabilitas, pembaca perlu memahami hasilnya sesuai metode pengambilan sampel tersebut. Angka-angka ini menunjukkan jawaban responden yang mengikuti survei, bukan bukti bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengalami kondisi yang sama.

Hasil survei ini menjadi salah satu bahan evaluasi menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Temuan tersebut juga menyoroti pentingnya pemerintah mendengar pengalaman masyarakat ketika merumuskan dan menjalankan kebijakan publik.

Sumber: Fajar.co.id dan laporan survei CELIOS.

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%