Rabu, 28 Okt 2026 - :
30 Sep 2026 - 17:43 | 99 Views | 0 Suka

Jual Beli Sepi, PKL Berharap Pemkot Sungai Penuh Longgarkan Kebijakan Penertiban Jelang Ekonomi Stabil

2 mnt baca

SUNGAI PENUH – Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pusat Kota Sungai Penuh berharap DPRD Kota Sungai Penuh ikut mencari jalan tengah terkait penataan dan penertiban PKL.

Harapan itu muncul di tengah aktivitas jual beli yang dinilai belum terlalu ramai. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang berharap pemerintah dan DPRD mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dalam menentukan pola penataan PKL.

PKL memahami pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban, kebersihan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan pusat kota.

Namun, para pedagang juga berharap penataan tidak membuat mereka kehilangan ruang untuk menjalankan usaha.

DPRD Diharap Jadi Ruang Dialog

PKL berharap DPRD Kota Sungai Penuh dapat membuka ruang dialog antara pedagang dan pemerintah daerah.

Melalui dialog tersebut, DPRD dapat menampung aspirasi pedagang sekaligus mendengar penjelasan pemerintah mengenai aturan dan rencana penataan kawasan.

Jalan tengah dapat mencakup pengaturan lokasi, waktu berjualan, kebersihan, serta ketertiban. Dengan pengaturan yang jelas, pedagang tetap memiliki ruang usaha dan pemerintah tetap dapat menjaga keteraturan pusat kota.

Ekonomi Masyarakat Jadi Perhatian

Bagi PKL, aktivitas berjualan bukan sekadar mencari keuntungan. Banyak pedagang mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Karena itu, mereka berharap kebijakan penataan mempertimbangkan kondisi perdagangan di lapangan.

PKL juga siap mengikuti aturan yang pemerintah tetapkan, selama aturan tersebut jelas dan memberi kesempatan kepada pedagang untuk tetap menjalankan usaha.

DPRD Kota Sungai Penuh diharapkan dapat mempertemukan kepentingan pemerintah, pedagang, pengguna jalan, dan masyarakat.

Dengan komunikasi yang terbuka, penataan PKL dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga aktivitas ekonomi di pusat Kota Sungai Penuh.PKL berharap DPRD tidak hanya melihat persoalan dari sisi penertiban, tetapi juga ikut mencari solusi agar ketertiban kota dan keberlangsungan usaha masyarakat dapat berjalan bersama. (Medio)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%