
SUNGAI PENUH — Masyarakat meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sungai Penuh memindahkan seluruh pedagang ayam di depan Pasar Tanjung Bajure ke belakang pasar.
Masyarakat menilai keberadaan pedagang ayam di depan pasar mencemari lingkungan. Bau kotoran ayam mengganggu aktivitas masyarakat. Limbah ayam juga membuat kawasan depan pasar kotor dan tidak nyaman.
Masyarakat juga meminta Disperindag memindahkan pedagang sayur ke depan pasar. Pedagang sayur selama ini menempati area belakang. Penataan ini dinilai lebih rapi dan lebih nyaman bagi pembeli.
“Pedagang ayam di depan membuat bau dan becek. Pembeli tidak nyaman lewat. Sebaiknya pedagang ayam pindah ke belakang,” ujar salah seorang warga, Minggu (26/10/2026).
Warga menegaskan, penataan ini bukan mengusir pedagang. Penataan ini mengatur tempat berjualan agar lebih tertib. Pedagang ayam tetap berjualan, hanya lokasinya pindah ke belakang. Pedagang sayur menempati area depan yang lebih bersih.
Warga berharap Disperindag segera menata ulang kawasan pasar. Warga juga meminta Disperindag berdialog langsung dengan pedagang sebelum melakukan pemindahan.
“Jangan sampai pedagang dirugikan. Kami hanya minta penataan yang adil dan bersih,” kata warga lain.
Hingga berita ini terbit, Disperindag Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi terkait permintaan pemindahan pedagang tersebut.
Masyarakat berharap Disperindag segera mengambil langkah tegas. Masyarakat ingin Pasar Tanjung Bajure kembali bersih, tertib, dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.
REDAKSI TRENZ.ID
Tinggalkan Balasan