
SUNGAI PENUH – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh, Jambi, Senin hingga Selasa, 24–25 Agustus 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memperkuat langkah perlindungan masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah perlu memastikan seluruh organisasi perangkat daerah bergerak cepat menghadapi kondisi tersebut.
Perkuat Perlindungan Kesehatan
Pemerintah kota dapat mengarahkan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Petugas juga perlu memantau warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap.
Pemkot juga dapat memperluas pembagian masker, terutama kepada pelajar, pedagang, pengendara, dan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Perhatikan Kondisi Pelajar
Kabut asap juga menuntut perhatian terhadap aktivitas belajar mengajar. Pemerintah kota perlu memantau kondisi udara sebelum menentukan kebijakan bagi sekolah.
Jika kualitas udara masuk kategori tidak sehat, Pemkot dapat mempertimbangkan pembatasan kegiatan luar ruangan atau menerapkan pembelajaran dari rumah untuk melindungi para pelajar.
Sekolah juga perlu mengurangi kegiatan olahraga dan aktivitas lain di luar ruangan ketika asap semakin pekat.
Pantau Kualitas Udara
Selain perlindungan kesehatan, Pemkot Sungai Penuh perlu memantau kualitas udara secara berkala. Data tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga perlu meminta perangkat daerah terkait menyampaikan informasi kondisi udara kepada masyarakat secara cepat dan terbuka.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas agar dapat menentukan langkah perlindungan bagi keluarga.
Koordinasi Tangani Sumber Asap
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga perlu berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta pemerintah daerah sekitar untuk mengetahui sumber kabut asap.
Koordinasi tersebut dapat membantu pemerintah mengambil langkah yang lebih tepat, terutama jika asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.
Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat berharap Wali Kota Alfin Bakar dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan warga.
Perlindungan terhadap anak-anak dan kelompok rentan menjadi perhatian utama. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memperoleh masker, pelayanan kesehatan, serta informasi kualitas udara secara rutin.
Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan. Kondisi ini juga menyangkut kesehatan masyarakat. Karena itu, langkah cepat dan terukur dari Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat dibutuhkan. (Medio)
Tinggalkan Balasan