Rabu, 28 Okt 2026 - :
6 Okt 2026 - 14:04 | 55 Views | 0 Suka

LSM GERAK akan Gelar Demo Soal Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi

3 mnt baca

SUNGAI PENUH – LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Sungai Penuh.

LSM GERAK menyoroti pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) BPD Tahun 2026 di Jambi.

Ketua LSM GERAK telah mengirim surat pemberitahuan aksi kepada Kapolres Kerinci. Surat bernomor 01/30/LSM-GERAK/IX/2026 itu masuk pada akhir September 2026.

LSM GERAK Soroti Dua Surat

LSM GERAK mencermati dua surat yang berkaitan dengan pelaksanaan Bimtek BPD tersebut.

Pertama, surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Sungai Penuh tertanggal 8 September 2026.

Surat itu menyebut Wali Kota Sungai Penuh telah mendisposisikan kegiatan Bimtek BPD. DPMD juga menyebut keikutsertaan Bimtek tidak wajib.

DPMD menyerahkan keputusan kepada kesiapan dan kesanggupan masing-masing BPD. BPD juga perlu mendapat persetujuan kepala desa melalui Surat Perintah Tugas.

Kedua, surat dari Lembaga Pelatihan Indonesia yang mencantumkan kontribusi Rp2,5 juta per peserta.

Surat tersebut mencantumkan fasilitas menginap selama empat hari tiga malam di Grand Hotel, Jalan Pattimura, Jambi.

Kegiatan berlangsung pada 23-26 September 2026. Sementara itu, surat tersebut mencantumkan durasi pelatihan selama dua hari.

Peserta juga mendapat ID card, sertifikat Bimtek, tas, konsumsi, coffee break, makalah, dan notebook.

LSM GERAK Minta Transparansi Anggaran

LSM GERAK mempertanyakan urgensi, manfaat, dan sumber pembiayaan kegiatan tersebut.

LSM GERAK juga meminta penjelasan mengenai kontribusi Rp2,5 juta per peserta.

Koordinator LSM GERAK menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.

LSM GERAK ingin mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan desa.

10 Tuntutan LSM GERAK

Dalam surat pemberitahuan aksi, LSM GERAK menyampaikan 10 tuntutan.

Meminta penjelasan mengenai manfaat konkret Bimtek BPD 2026 bagi BPD dan masyarakat desa, termasuk hasil kegiatan.

Meminta DPMD menjelaskan dasar dan urgensi Bimtek pada 23-26 September 2026, termasuk alasan durasi menginap empat hari tiga malam.

Meminta transparansi kontribusi Rp2,5 juta per peserta, termasuk dasar penetapan dan perhitungan biaya.

Meminta rincian penggunaan kontribusi, seperti penginapan, konsumsi, materi, narasumber, sertifikat, dan administrasi.

Meminta penjelasan sumber pembiayaan kegiatan, termasuk jika terdapat penggunaan APBDes.

Meminta keterbukaan jumlah peserta BPD serta total dana yang terkumpul dari kontribusi peserta.

Mempertanyakan kelengkapan Surat Perintah Tugas dan persetujuan bagi peserta yang mengikuti Bimtek.

Meminta penjelasan mengenai mekanisme pemilihan atau kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Indonesia.

Meminta keterbukaan dokumen pertanggungjawaban kegiatan, terutama jika menggunakan APBDes.

Meminta evaluasi efektivitas Bimtek agar peningkatan kapasitas BPD memberi manfaat bagi pengawasan pembangunan, pengelolaan dana desa, dan pelayanan masyarakat.

Aksi Dijadwalkan 8 Oktober 2026

LSM GERAK menjadwalkan aksi pada 8 Oktober 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Massa aksi akan mendatangi dua lokasi. Titik pertama berada di Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Selanjutnya, massa menuju Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

LSM GERAK memperkirakan sekitar 50 orang mengikuti aksi tersebut.

LSM GERAK menyatakan akan menggelar aksi secara tertib dan damai. Mereka juga menyatakan komitmen mematuhi ketentuan penyampaian pendapat di muka umum.

LSM GERAK berharap aparat kepolisian memberikan pengamanan agar aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif. (Medio)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%