
JAMBI – Koreografer sekaligus ASN Kabupaten Kerinci, Bambang Kusuma Wijaya, S.AP X YUBE, sukses memukau penonton saat menampilkan karya koreografi Ritual “Nahan Ahai” bersama Sanggar Seni Teratai Putih Kabupaten Kerinci dalam agenda Panggung Bersama Taman Budaya Jambi (TBJ), Sabtu (1/8/2026).
Bambang yang merupakan putra Kota Sungai Penuh dan bekerja sebagai Staf TU Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bagian umum Setda Kabupaten Kerinci membawakan pertunjukan budaya yang mengangkat tradisi masyarakat Kerinci. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi.
Sebagai Mr. Education Tourism Indonesia 2021, Bambang menghadirkan pertunjukan yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal Kerinci melalui perpaduan koreografi, musik tradisional, serta syair Tale.
Ritual “Nahan Ahai” menggambarkan ikhtiar masyarakat petani Kerinci pada masa lampau dalam memohon cuaca yang baik saat musim panen. Tradisi ini lahir dari harapan agar hujan badai tidak merusak padi yang telah menguning sehingga hasil panen dapat dipetik dengan selamat.
Pertunjukan tersebut menampilkan gerak simbolik para petani yang berpadu dengan syair Tale, alunan seruling, gong, rebana, dan ketuk bambu. Karya ini juga memperkuat pesan tentang gotong royong, kepedulian terhadap alam, serta rasa syukur atas hasil bumi. Tradisi “Nahan Ahai” berada dalam satu rumpun dengan Warisan Budaya Takbenda Kerinci, seperti Kenduri Sko, Tale, dan Upacara Asyeik.
Dalam proses garapan, Bambang berkolaborasi dengan Pembina Sanggar Hikmah Sonia, S.Sn, Komposer Sumirna, serta seluruh tim Sanggar Seni Teratai Putih Kabupaten Kerinci.
Penampilan tersebut melibatkan Amara Destika, Keysa Isnadila, Elisa, Alisya Humairah, Vanesa Zahra Andini, dan Bambang Kusuma Wijaya sebagai penari. Sementara itu, Sumirna, Nordianti, Syahlan Fikran, Amri M., Pengki Dores, dan Oril Aprizon mengiringi pertunjukan sebagai pemusik.
“Sebagai ASN PPPK Paruh Waktu di Setda Kerinci dan bagian dari Sanggar Seni Teratai Putih, kami berkomitmen melestarikan budaya Kerinci agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda. Semoga karya ini menjadi persembahan terbaik untuk Provinsi Jambi,” ujar Bambang Kusuma Wijaya.
Antusiasme penonton yang memadati kawasan Taman Budaya Jambi menunjukkan bahwa seni tradisi yang dikemas dengan sentuhan koreografi modern masih memiliki daya tarik yang kuat.
Panggung Bersama Taman Budaya Jambi sendiri menjadi agenda rutin yang memberi ruang bagi para seniman dan sanggar seni dari berbagai daerah di Provinsi Jambi untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Tinggalkan Balasan