SUNGAI PENUH — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait kesehatan anak-anak yang tetap mengikuti aktivitas belajar di sekolah.
Aktivitas belajar mengajar pada sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP masih berjalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara menurun.
Data yang dikutip JambiUpdate menyebutkan ISPU Kota Sungai Penuh berada pada angka 64,52 atau kategori sedang pada Kamis (17/9/2026). Pada saat yang sama, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mencatat 1.159 kasus ISPA pada periode minggu ke-34 hingga minggu ke-35.
Kondisi kabut asap juga membuat warga mempertanyakan langkah Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam melindungi peserta didik. Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi udara, kesehatan anak, serta perkembangan kasus gangguan pernapasan sebelum mempertahankan pembelajaran tatap muka.
Sorotan publik juga mengarah kepada Wali Kota Sungai Penuh. Kebijakan pemerintah yang belum menghentikan sementara pembelajaran tatap muka pada jenjang SD dan SMP dinilai sebagian pihak belum cukup responsif terhadap kekhawatiran masyarakat.
Namun, keputusan terkait kegiatan belajar seharusnya mengacu pada data kualitas udara dan ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata kondisi kabut yang terlihat.
Sebagai pembanding, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah PJJ ketika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat. Pemkot Jambi juga menggunakan pemantauan kualitas udara sebagai dasar evaluasi kebijakan pembelajaran.
BMKG sendiri menyediakan pemantauan dan peringatan dini kualitas udara, termasuk prediksi sebaran partikulat akibat kabut asap.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memantau kualitas udara secara berkala dan menyampaikan data tersebut secara terbuka kepada publik.
Perlindungan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara memburuk, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan anak-anak. (Medio)
Tinggalkan Balasan