
SUNGAI PENUH – Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar mencatat sejumlah capaian selama memimpin Kota Sungai Penuh sejak Februari 2025.
Sejumlah capaian tersebut datang dari bidang penanganan kemiskinan dan stunting, pendidikan, pengelolaan keuangan daerah, hingga pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Salah satu capaian menonjol datang dari sektor penanggulangan kemiskinan dan stunting. Pada 2026, Kota Sungai Penuh meraih posisi pertama tingkat Sumatera dalam kategori tersebut.
Capaian itu juga membawa insentif fiskal sebesar Rp3 miliar. Pemerintah pusat memberikan insentif tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, Kota Sungai Penuh meraih posisi Terbaik II Regional Sumatera untuk kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan pada 2026. Capaian tersebut juga membawa insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar.
Sementara itu, Pemkot Sungai Penuh mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut menjadi WTP ke-14 bagi Kota Sungai Penuh. Namun, pemerintah kota telah meraih opini WTP pada periode sebelum kepemimpinan Alfin. Karena itu, capaian tersebut lebih tepat disebut sebagai keberhasilan mempertahankan tata kelola keuangan daerah.
Pada sektor kesehatan dan penurunan stunting, Kota Sungai Penuh juga meraih penghargaan nasional Gold melalui program Komunitas 3S Juara sebagai mitra program GENTING.
Selain itu, Pemkot Sungai Penuh meraih tiga penghargaan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026.
Pada bidang budaya, Alfin juga menerima penghargaan terkait dukungan terhadap revitalisasi bahasa daerah dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2025.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan sejumlah program Pemkot Sungai Penuh mendapat apresiasi pemerintah pusat maupun tingkat regional.
Meski demikian, penghargaan tidak menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai keberhasilan kepala daerah. Masyarakat tetap perlu melihat capaian pemerintah dari berbagai indikator, seperti kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, kebersihan lingkungan, serta kepuasan masyarakat.
Dengan demikian, rekam jejak Alfin selama periode 2025–2026 menunjukkan adanya sejumlah capaian yang mendapat pengakuan. Pada saat yang sama, evaluasi publik tetap penting untuk melihat sejauh mana penghargaan tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Kota Sungai Penuh. (Medio)
Tinggalkan Balasan