
SUNGAI PENUH – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pilpresma) STIE-SAK, perhatian terhadap proses demokrasi kampus mulai meningkat. Sejumlah mahasiswa berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan secara jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Gufron, aktivis HMI Komisariat STIE-SAK yang juga mantan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) STIE-SAK, menegaskan pentingnya menjaga independensi dan integritas proses Pilpresma agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Harapan kami, Pilpresma STIE-SAK dapat berjalan dengan baik dan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun, baik dari dosen maupun mahasiswa itu sendiri. Demokrasi kampus harus dijaga bersama agar melahirkan pemimpin mahasiswa yang benar-benar dipilih berdasarkan kehendak mahasiswa,” ujar Gufron.
Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati mekanisme yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dan mengedepankan etika demokrasi dalam setiap tahapan Pilpresma.
Gufron menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemilihan agar tetap berada dalam koridor yang benar serta terbebas dari kepentingan pihak-pihak tertentu.
“Jika ada pihak yang mencoba mengangkangi aturan, melakukan intervensi, atau mencederai proses Pilpresma STIE-SAK, maka kami tidak akan tinggal diam. Kami siap mengambil sikap tegas dan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan terhadap segala upaya yang merusak demokrasi kampus. Demokrasi harus dijaga, dan aturan harus ditegakkan,” tegasnya.
Ia bahkan menyindir kondisi gerakan mahasiswa di kampus yang dinilainya mulai sepi dari aksi-aksi penyampaian aspirasi.
“Lagian lah lamo jugo orasi dak tedenga di halaman STIE-SAK. Jangan sampai ada pihak yang menganggap mahasiswa sudah kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Jika demokrasi dicederai, mahasiswa pasti bersuara,” tambah Gufron.
Ia berharap seluruh elemen kampus dapat menjaga profesionalitas, netralitas, dan komitmen terhadap aturan yang berlaku agar Pilpresma STIE-SAK berlangsung secara demokratis, bermartabat, serta menghasilkan pemimpin mahasiswa yang memiliki legitimasi kuat di kalangan mahasiswa.
Tinggalkan Balasan